wisata outbound di Malang

sejak masa sebelum penjajahan Belanda di Indonesia, Kota Batu sudah dikenal sebagai tempat peristirahatan. Aplagi kini selain tempat peristirahatan juga dikenal sebagai tempat wisata, salah satunya wisata outbound Malang.

 

 

bukan suatu hal yang aneh jika kota kecil ini dijadikan tempat wisata dan peristirahatan. Karena letaknya yang dikelilingi gunung menjadikan udaranya sejuk dan dingin.

Sehingga sangat cocok menjadi tujuan masyarakat Indonesia yang ingin berlibur.

 

 

Outbound Malang sendiri yang merupakan bagian dari wisata outbound di Malang memiliki konsep outbound training.

 

yang selain mengajak pesertanya larut dalam keseruan fun games juga mengajak pesertanya dapat mengevaluasi atau mengkoreksi diri sendiri melalui training motivasinya.

 

 

Kota Batu sendiri memiliki sejarah yang cukup unik, dahulu penjajah Belanda sangat terkagum dengan kota kecil yang dingin ini.

 

karena keindahan alam dan hawa sejuknya, membuat orang Belanda menjajarkan kota ini dengan sebuah kota di Eropa yaitu Swiss.

Orang Belanda menyebutnya sebagai Swiss kecil di Pulau jawa.

 

 

Kota Batu sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang, berawal dari masa Kerajaan Medangdi di bawah kepimpinan Raja Sindok, wilayah ini dijadikan tempat peristirahatan selain itu karena memiliki mata air yang jernih dan sejuk.

 

 

Maka ada seorang empu atau pembuat senjata pada saat itu, yan gmenjadikan salah satu sumber mata airnya untuk mencuci keris atau benda pusakanya.

 

Bahkan karena dikenal sebagai benda pusaka yang memiliki kekuatan dahsyat mampu menjadikan salah satu sumbernya yang sebelumnya dingin menjadi sumber mata air panas, anda bisa menjumpainya di kawasan Wisata Songgoriti.

 

 

Bahkan empu tersebut sempat membuat candi di kawasan Songgoriti yang di beri nama Candi Supo. Sedangkan pada saat pendudukan Belanda di indonesia, Kota Batu dijadikan tempat unutk beristirahat bagi jendral maupun petinggi lainnya untuk beristirahat maupun menangkan diri usai bertempur.

 

 

Di masa modern, Kota Batu masuk di wilayah Kota Malang yang pada tanggal 6 Maret 1993 di tetapkan sebagai kota administratif. Baru kemudian di tanggal 17 Oktober 2001 kota ini ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kota Malang.

 

 

sebagai kota yang baru berdiri, Batu menunjukkan perkembangan yang cukup pesat terutama di bidang wisatanya. Banyak objek atau wahana wisata baru bermunculan di kota apel ini. Bahkan kini Kota Batu bukan saja terkenal di Jawa Timur namun sudah dikenal oleh seluruh masyarakat Indoneisa.

 

 

Anda dapat membuktikannya ketika liburan tiba, jalanan di Kota batu akan sangat macet sekali, dan wisata di beberapa tempatnya sangat penuh dengan pengunjung.

Hal positif yang dapat diperoleh dari kunjungan wisatawan tersebut tentu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Batu sendiri.

 

Outbound di Batu Malang

 

Akibat dari dikenalnya Kota Batu sebagai kota wisata, banyak perusahaan maupun instansi yang mnegajak karyawannya untuk berlibur di kota ini. Banyak diantaranya yang memilih outbound malang sebagai tujuan wisatanya.

 

 

Selain dapat merilekskan pikiran juga tubuh, outbound di batu ini juga dapat membentuk kerja sama tim yang solid. Tentu saja hal itu dibutuhkan bagi perusahaan.

Kawasan Songgoriti sendiri tidak jarang dijadikan sebagai lokasi outbound di Malang Jawa Timur ini.

 

 

Jika anda tertarik untuk ikut serta dalam wisata outbound di Malang, tentu saja anda harus mendaftarkan tim anda terlebih dahulu kepada provider outbound Batu Malang.

dengan senang hati kami menunggu kedatangan anda di kota kecil yang dingin ini.

executive outbound malang

Tahun 1994, salah seorang sahabat saya, sebut saja si S menjabat sebagai General Manager pada sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang radio panggil nasional. Suatu hari ada seorang pelanggan yang memliki posisi dangat penting di Medan, dan bekerja di suatu lembaga keamanan nasional.

 

 

Dia merasa kecewa dan sangat marah sekali kepada perusahaan radio panggil tersebut karena sebuah rahasia pribadi telah dibocorkan secara tidak sengaja oleh salah seorang operator radio panggil.

 

 

Pelanggan tersebut menuntut dengan memberi dua alternatif kepada perusahaan, yaitu menutup kantor radio panggil tersebut atau memecat si operator yang bermasalah itu. Kepala cabang wilayah Medan tidak bisa menangani hal tersebut, karena sangat keras dan seriusnya ancaman tersebut.

 

Kemudian si kepala cabang menghubungi si S yang sedang di kantor Pusat di Jakarta. Si S segera terbang ke Medan saat itu juga atas perintah Presiden Komisaris. Si S harus mempertimbangkan tiga faktor saat itu, secara bersamaan.

 

 

Pertama, dia harus menyelamatkan perusahaan. Kedua, dia harus mampu memenangkan sang pelanggan. Dan ketiga, dia juga memperhatikan masa depan di operator bermasalah itu.

 

 

Keputusan yang diambil si S adalah, si operator harus menjelaskan permasalahan ini kepada sang pelanggan sekaligus meminta maaf.

 

Kemudian karena kesalahan dan kelalaian si operator maka S meminta agar dia mengundurkan diri, dan di S mengeluarkan surat pemberhentian yang ditandatangani oleh operator itu dan dirinya sendiri selaku General Manager.

 

Kemudian S memberikan kesempatan kepada si operator untuk bekerja kembali pada perusahaan, dengan syarat dia menemui dan meminta maaf kepada si pelanggan, dan harus mendapatkan tanda tangan dari sang pelanggan.

 

S sebelumnya mengajarkan kepada si operator untuk berani meminta maaf dan berani bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuatnya secara jantan. Dia harus menghadapi permasalahan ini.

 

Selanjutnya si operator menemui sang pelanggan. Ketika bertemu dia langsung menjelaskan bahwa dialah yang bermasalah telah membocorkan rahasia tersebut secara tidak sengaja. Sang pelanggan langsung menampar wajah si operator.

 

Namun si operator tetap diam dan terus menunduk (sesuai anjuran S). lantas si operator mengatakan:

“Saya minta maaf atas kesalahan saya. Saya sekarang sudah diberhentikan dari perusahaan tempat saya bekerja di mana saya mencari nafkah untuk anak dan istri saya.”

 

 

Sang pelanggan tersebut langsung melampiaskan kemarahannya dengan kata-kata kasarnya. Setelah berlangsung lebih kurang satu jam, sang pelanggan tampak merasa puas setelah menlampiaskan uneg-unegnya, si operator tetap diam seribu bahasa, sesuai nasehat S sebelumnya.

 

 

Setelah sang pelanggan diam dan mulai rda amarahnya, si operator berkata denganlirih, “Pak, sekarang saya sudah minta maaf dan mengakui semua kesalahan saya.

 

 

Saya pun sudah kehilangan pekerjaan sesuai dengan permintaan Bapak. Namun saya amat membutuhkan pekerjaan itu untuk menghidupi keluarga saya…Maafkanlah saya. Mohon dengan segala hormat kiranya Bapak bersedia menandatangani surat yang saya bawa ini, bahwa saya telah Bapak maafkan.” Sang pelanggan diam sejenak, menatap si operator yang kemudian berkata: “Sini saya tanda tangani!”

Training outbound Malang

 

Setelah kejadian itu, keesokan harinya si operator langsung melapor kepada S sambil memperlihatkan surat yang sudah ditandatangani secara kasar oleh sang pelanggan. Operator tersebut langsung diterima kembali bekerja, sesuai janji S, sang General Manager.

 

Dalam hal ini S telah menyelamatkan tiga pihak; perusahaan tidak jadi ditutup. Si operator bekerja kembali. Dan pelanggan puas karena telah diperhatikan dengan serius. Suatu pandangan keputusan yang bijaksana, yang berhasil mencakup semua sisi.

 

 

Ia tahu bahwa sebenarnya manusia suka memaafkan apabila orang sudah mengakui kesalahannya. Dan ia pun tahu bahwa pelanggan itu membutuhkan perhatian, penghormatan, dan sebuah penghargaan. Keputusan yang diambil S sangat tepat, operator yang bersalah itu harus berani bertanggung jawab.

 

 

Ia pun harus berani meminta maaf. Perusahaan harus tetap diselamatkan karena menyangkut ratusan nasib karyawan, dan masa depan operator itu tetap diperhatikan.

 

Inilah contoh prinsip berpikir 99 Thinking Hats dengan mengingat sifat-sifat Allah (Asmaul Husna), atau bisa saya sebut bersikap dengan prinsip esa, dalam satu kesatuan pikiran dan tindakan. Thawaf Suara Hati.

 

 

Seorang karyawan teladan di suatu perusahaan meninggal dunia. ‘Karyawan Teladan’, sebuah julukan yang menjadi idaman setiap pegawai. Menjadi terhormat di mata atasan, di mata perusahaan, di mata masyarakat di mata keluarga.

 

 

Ia mengorbankan banyak hal untuk mendapatkan julukan tersebut ketika ia sakit, ia mencoba menyembunyikan penyakitnya, agar tidak terlihat oleh atasan dan teman kerjanya, ia bertahan, hingga maut menjemput dirinya. Ia tidak pernah melaporkan kondisi sebenarnya.

 

 

Ia memandang julukan Karyawan Teladan dari satu sisi saja, yaitu kehormatan di mata perusahaan. Tidak memandang sisi lainnya, kesehatan badannya, dan bahkan keselamatan dirinya. Ia tidak mencari kehormatan di mata Allah yang Maha Adil dan Bijaksana.

 

 

Allah selalu mempertimbangkan semua aspek dari segala sudut pandang, agar menghasilkan keputusan yang Esa (terintegrasi). Sang karyawan yang malang itu telah menjadi korban “berhala kecilnya”. La Ilaaha Ilallaah.

 

 

“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikma dan peringatan yang baik. Dan bantalah mereka dengan (bantahan) yang lebih baik. Sungguh, Tuhanmu, Ia-lah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya. Dan Ia-lah yang lebih mengetahui orang yang mendapat bimbingan.”

– Q.S. 16 Surat An Nahl (Lebah) Ayat 125 –